Mau dapet uang sambil internetan?

Get cash from your website. Sign up as affiliate.
Showing posts with label social living. Show all posts
Showing posts with label social living. Show all posts

Saturday, February 20, 2010

Prostitusi Terselubung Di Kota Jogja

Akhir-akhir ini, kita seperti di mabukkan dengan berita-berita seputar dunia situs pertemanan Facebook. Namun, berita yang di angkat yaitu merupakan efek negatif dari penggunaan facebook. Seperti yang pernah saya bahas sebelumnya dalam artikel " Perlukah Facebook Di Haramkan?? ", saya sangat tidak setuju dengan judul berita " efek negatif dari facebook ". Menurut saya, itu bukan merupakan efek negatif dari Facebook, melainkan sifat negatif dari pengguna facebook.

Selain kasus-kasus penculikan anak gadis di bawah umur, ada sebuah kasus yang masih hangat, yaitu tentang penjualan perempuan atau gadis-gadis di bawah umur melalui facebook. Atau mungkin lebih pantas kita sebut sebagai " pelacuran " atau " prostitusi " online yang kebetulan saja media yang di pergunakan adalah facebook. Kasus yang terjadi di Surabaya itu memang sangat memperihatinkan. Seharusnya kasus-kasus seperti inilah yang menjadi perhatian pemerintah, bukan lalu membuat RUU yang menjadi polemik di masyarakat, seperti RUU rpm konten maupun RUU nikah siri. Sungguh sangat tidak masuk di akal, ketika pemerintah berusaha "mengharamkan" pernikahan siri yang merupakan perbuatan yang sebenarnya tidak haram menurut Agama Islam, namun lalu berusaha melegalkan prostitusi dengan memungut pajak. Ironi memang, tetapi  dalam kesempatan ini, saya tidak akan membahas tentang permasalahan tersebut.

Kasus yang terjadi di Surabaya bukan merupakan hal yang baru. Terutama bagi masyarakat Kota Jogja. Mengapa saya berkata demikian? Karena jauh sebelum adanya facebook, kasus yang terjadi di Surabaya tersebut sudah menjadi hal yang biasa terjadi di kota Jogja. Kota Jogja memang mempunyai tempat lokalisasi yang " resmi " dan terkenal, yaitu sarkem. Sarkem sesungguhnya merupakan singkatan dari jalan pasar kembang, jalan yang terletak di sebelah utara Jalan Malioboro. Lokalisasi ini merupakan sebuah kompleks perkampungan warga yang di alih fungsikan menjadi losmen-losmen yang berjejer. Lokalisasi ini terletak pada sebuah gang sempit dan berliku-liku, seperti labirin. Sangat kotor dan kumuh. Maka sangat wajar, apabila tarif dari para penjaja seks di sini bisa di bilang murah meriah :p.

Tetapi jangan salah, Sarkem hanya merupakan bagian terkecil dari besar dan maraknya prostitusi terselubung di Kota Jogja. Sebut saja Salon plus-plus. Di sepanjang jalan ringroad utara, dari arah bandara, dapat kita jumpai salon-salon yang menawarkan jasa pemijatan. Tetapi sesungguhnya, salon tersebut bukan melayani pemijatan yang sebenarnya. Salon tersebut juga menyediakan jasa "plus", sama seperti ketika kita berada di Sarkem. Namun biasanya, tarif untuk penjaja seks di salon lebih mahal apabila di bandingkan dengan lokalisasi Sarkem. Kalau di sarkem tarifnya berkisar antara 70-100 ribu, sedangkan di salon plus tarifnya berkisar antara 100-200 ribu. Salon-salon tersebut menyediakan kamar-kamar  khusus. Memang terlihat sangat rapi, karena dari luar hanya terlihat seperti sebuah salon kecantikan biasa.

Selain salon, prostitusi terslubung yang terjadi di Kota Jogja juga biasanya menggunakan iklan pada surat kabar lokal di Jogja. Biasanya terdapat pada iklan pengobatan. Dalam iklan tersebut, mereka menjual jasa pemijitan. Tetapi coba saja anda hubungi nomor telponnya, dan lalu tanyakan berapa tarifnya. Sangat mahal, karena memang, sesungguhnya bukan jasa pemijitan yang di tawarkan, namun jasa "plus" yang tentunya menggiurkan :D. Prostitusi jenis ini ada dua macam, ada yang bisa di tempat (menyediakan kamar) dan ada yang khusus di panggil (kita menyewa kamar hotel). Tarifnya beragam, mulai dari 200 ribu short time, sampai 400 ribu. Harga di luar tarif menyewa kamar hotel.

Dan yang masih menjadi perbincangan yang hangat di kalangan masyarakat, yaitu melalui media Internet. Jauh sebelum adanya facebook, di Jogja sendiri sudah sangat biasa terjadi transaksi seks melalui media internet. Biasanya para penjaja seks atau bahkan mungkin mami atau germonya chating melalui MiRC, dengan nick yang bermacam-macam sehingga kita akan dengan mudah menemukannya. Lalu ketika ngobrol, mereka biasanya memberikan email friendster atau facebook untuk memperlihatkan poto-poto mereka. Mereka memberikan nomor telepon untuk kemudian kita hubungi. Tarifnya beragam, mulai 200-500 ribu short time tergantung negosiasi diluar biaya penyewaan kamar hotel. Tetapi akhir-akhir ini, yang menjadi trend adalah seks di warnet. Memang prostitusi jenis ini tidak melayani hubungan badan, mereka biasanya hanya mau melayani oral seks, seperti maaf, menghisap kelamin pria. Prostitusi jenis ini biasanya di lakukan di sebuah warnet, dimana warnet tersebut mempunyai boks yang tinggi dan tertutup. Warnet tersebut terletak di kawasan ramai mahasiswa. Teman saya yang bekerja pada warnet tersebut mengatakan bahwa, pemilik warnet telah membayar sejumlah "uang keamanan" kepada seorang aparat TNI untuk menjamin terhindarnya warnet tersebut dari operasi-operasi yang di lakukan olah institusi yang berwenang. Jadi warnet tersebut merupakan tempat yang benar-benar aman untuk melakukan hal-hal yang berbau prostitusi.

Selain hal-hal tersebut diatas, di Jogja mungkin masih banyak lagi cara-cara yang di pergunakan oleh para pengusaha "esek-esek" untuk memasarkan "daganyannya" kepada konsumen. Inilah realita yang sedang kita hadapi bersama. Baik dan buruk, itu kembali kepada diri kita masing-masing. Atau mungkin, anda mau mencobanya??


BIG RESPECT!!!

Saturday, February 13, 2010

Valentine's Itu..

Setiap tahun, menjelang tanggal 14 februari, kita, terutama Bangsa Indonesia selalu di hadapkan pada sebuah polemik, permasalahan atau bahkan mungkin menjadi sebuah perdebatan berkepanjangan yang tanpa akhir tentang apakah "merayakan" hari Valentine itu adalah haram atau tidak.
Sebelum saya membahas tentang haram atau tidaknya "merayakan" hari Valentine, mari kita sedikit mundur ke belakang, melihat sejarah 14 Februari yang di jadikan sebagai hari Valentine atau hari kasih sayang.

Menurut sebuah sumber sejarah yang saya baca, kisah asal mula orang-orang merayakan hari Valentine dimulai pada jaman kerajaan Romawi sekitar abad ke III. Valentine, tidak lain adalah merupakan sebuah nama dari seorang pendeta yang hidup pada jaman kerajaan Romawi. Nama lengkapnya adalah St. Valentine. Dia hidup pada jaman Kaisar Claudius, seorang kaisar yang sangat kejam pada jaman itu. Konon ceritanya, Kaisar Claudius adalah seorang kaisar yang sangat kejam, yang sangat berambisi memiliki pasukan militer yang sangat besar. Ia menginginkan semua pria bergabung menjadi tentara di dalam pasukannya. Berdasarkan hal tersebutlah, ia melarang setiap lelaki untuk menikah, karena menurutnya, apabila setiap pria tidak menikah, maka mereka dengan senang hati akan bergabung di dalam pasukan dan ikut perang. Namun pendeta St. Valentine, menolak dengan tegas keinginan Kaisar Claudius yang melarang terjadinya pernikahan pada jaman itu. Menurutnya, keinginan itu sangatlah tidak masuk akal, bagaimana mungkin kita melarang manusia untuk menikah, sedangkan manusia itu diciptakan mempunyai perasaan untuk saling mencintai. Lalu, sang pendeta St. Valentine, meskipun secara diam-diam dan rahasia, masih melakukan tugasnya sebagai pendeta saat itu, yaitu menikahkan pasangan-pasangan pria dan wanita yang sedang jatuh cinta. Namun, lama-kelamaan, kejadian ini di ketahui oleh Kaisar Claudius. Ia sangat marah, dan lalu memberikan peringatan yang keras terhadap pendeta St. Valentine. Namun sang pendeta tak bergeming, ia masih saja melakukan tugas sebagai pendeta, dan terus menikahkan pasangan-pasangan yang tengah di landa asmara. Meskipun tentunya, secara diam-diam dan rahasia. Namun pada suatu malam, pendeta St.Valentine tertangkap basah ketika sedang melakukan pemberkatan terhadap pasangan yang akan menikah. Ia di jebloskan ke dalam penjara, lalu di kenai vonis hukuman mati oleh Kaisar Claudius. Kejadian ini, membuat masyarakat Roma pada saat itu justru bersimpati kepada pendeta St. Valentine. Banyak yang mengiriminya karangan bunga sebagai ungkapan cinta. Termasuk diantaranya adalah seorang gadis yang diceritakan disini merupakan seorang putri dari kepala penjaga penjara tempat pendeta St.Valentine dihukum. Ayah dari gadis ini mengijinkan ia untuk berkunjung menemui pendeta St. Valentine. Dalam cerita ini, tidak di sebutkan nama gadis tersebut. Seiring berjalannya waktu, kedua insan ini sepertinya saling jatuh cinta. Dan tibalah waktu hukuman mati untuk sang pendeta. Tepat pada tanggal 14 februari, kepalanya di penggal. Namun, disaat berlangsungnya proses hukuman mati, dia sempat menuliskan pesan untuk gadis itu, anak kepala penjara, isinya adalah ucapan terima kasih untuk segala perhatian dan bantuannya selama ia di dalam penjara. Diakhir pesan, ia menuliskan "Dengan Cinta, dari Valentinemu". Dan, kemudian, melalui pesan itulah, kini masyarakat dunia menjadikan tanggal 14 februari setiap tahunnya, menjadi hari Valentine, atau mungkin di sebut juga hari kasih sayang.

Lalu, bagaimanakah dengan masyarakat Indonesia? Tentunya, masyarakat Indonesia, dari yang awam ikut-ikutan, sampai yang mengerti tentang sejarah Valentine juga "merayakannya", meskipun sebagaimana kita ketahui bersama, terutama bagi kalangan umat Islam yang merupakan mayoritas di negara ini, hingga saat ini, Hari Valentine masih menjadi polemik yang berkepanjangan.

Saya adalah seorang muslim, saya memang tidak ahli mengenai masalah agama. Namun, mohon maaf sebelumnya, kalau boleh saya berpendapat, untuk apa kita terus berdebat tentang suatu masalah yang menurut saya, sangat sepele ini. Lalu, untuk apa pula kita berdebat tentang wacana mengharamkan merayakan hari Valentine ini? Menurut saya, masih banyak hal-hal yang sangat besar, yang sangat krusial yang sedang kita hadapi saat ini. Kalau hal sepele seperti ini di haramkan, lalu bagaimana dengan Presiden saat ini, mentri-mentri saat ini, yang tanpa belas kasihan, menjual nama rakyat, tetapi justru menyakiti hati rakyatnya? Seharusnya perbuatan seperti itulah yang di haramkan. Saya memang tidak merayakan Valentine, bukan karena saya tidak punya seorang pacar, tetapi menurut saya, kasih sayang terhadap sesama manusia itu bukan cuma satu hari, tetapi setiap hari, setiap detik, setiap menit. Namun saya juga tidak menyalahkan bagi yang sekedar "tuker" kado, atau saling memberi bingkisan terhadap orang yang mereka kasihi. Lihat? sungguh sepele bukan? hanya memberikan hadiah dan ucapan kasih sayang yang kebetulan mereka menjadikan momen tanggal 14 februari ini sebagai hari yang pas. Mungkin saja, mereka baru mempunyai uang yang cukup untuk membeli hadiah, tepat pada tanggal 14 februari. Saya belum melihat dengan jelas, ayat-ayat dalam Alquran yang menyebutkan bahwa saling memberi hadiah dan ucapan kasih sayang setiap tanggal 14 Februari itu adalah merupakan hal yang bertentangan dengan ajaran agama Islam. Atau kalau ada yang mengetahuinya, saya mohon bantuannya, sungguh, saya hanyalah orang yang awam. Dan masih menurut saya, kalau saja dasar-dasar pengharaman Hari Valentine karena merupakan hari raya dari agama Nasrani, saya tidak setuju. Karena melihat dari sejarahnya, Hari Valentine bukanlah merupakan hari raya Agama, tapi merupakan sebuah tradisi yang di lakukan masyarakat pada jaman kerajaan Romawi dan bahkan hingga kini. Tradisi untuk menghormati, atau setidaknya mengenang seorang pendeta, yang mengorbankan hidupnya demi menentang seorang Kaisar yang kejam, yang melarang adanya pernikahan antara sepasang manusia yang jatuh cinta, yang artinya, dia telah menyalahi kodrat dari terciptanya manusia itu sendiri, yaitu untuk berpasang-pasangan, saling mencintai dan saling menghormati antar sesama manusia. Walaupun tentunya, kecintaan kita terhadap Tuhan, harus di atas segalanya.

Tetapi sekali lagi saya ingatkan, bahwa ini merupakan pendapat saya secara pribadi. Saya hanyalah orang awam yang masih butuh ilmu dari orang-orang yang ahli. Dan, semua ini tentunya kembali lagi kepada diri kita masing-masing. Karena sungguh, itu merupakan urusan kita masing-masing dengan Tuhan Yang Maha Mengetahui segala seuatu!!!


BIG RESPECT!!!

Friday, February 12, 2010

Perlukah Facebook Diharamkan???

Kemarin saya membaca sebuah artikel di salah satu surat kabar lokal Yogyakarta. Isi artikelnya membahas tentang maraknya kejadian - kejadian negatif yang dilakukan oleh segelintir orang melalui situs - situs pertemanan, khususnya facebook. Salah satu kejadian yang masih segar dalam ingatan kita adalah, kejadian "diculiknya" seorang gadis dibawah umur bernama Nova, oleh seorang cowok  yang baru saja di kenalnya melalui facebook. Ada yang janggal dengan kata "diculik", menculik atau penculikan yang di ekspose media belakangan ini. Menurut hemat saya, Nova bukanlah di culik, melainkan memang ingin pergi bersama dengan kekasih yang baru saja di kenalnya melalui facebook. Namun, sangatlah wajar dan manusiawi apabila keluarga Nova sangat hawatir karena kepergian anak gadis mereka tidak melalui ijin terlebih dahulu, dan di lakukan dengan orang yang tidak mereka kenal sama sekali.

Lalu, terbentuklah sebuah opini, bahwa semua itu terjadi karena efek negatif dari situs - situs pertemanan yang ada saat ini, terutama facebook. Masyarakat lalu menilai, bahwa facebook merupakan sarana yang mempunyai banyak sisi negatif. Lalu di ceritakan lagi dalam artikel tersebut, bahwa pemerintah Mesir telah mengharamkan penggunaan situs Facebook, dengan alasan, makin banyaknya terjadi perselingkuhan di Mesir melalui facebook. Sungguh merupakan sebuah pemikiran yang sempit dan dangkal.

Mari kita mencoba untuk berpandangan lebih luas, bahwa segala sesuatu itu memang memiliki hal negatif dan hal yang positif pula. Seperti facebook, selain mempererat silaturahmi antar teman, facebook juga bisa di jadikan sarana menyampaikan informasi dan bahkan mungkin promosi usaha yang murah dan menguntungkan. Bukan hanya itu, facebook juga sering di gunakan untuk kampanye bagi orang - orang yang sedang mengikuti pemilu, entah sebagai calon legislatif, ataupun calon eksekutif, seperti Walikota, Gubernur atau bahkan Presiden. Facebook juga dapat di jadikan sarana untuk berdakwah, baik bagi umat Islam dan umat beragama lainnya. Bahkan facebook juga dapat digunakan untuk membangun dukungan dan membantu sesama. Terbukti pada kasus dua pimpinan KPK yang di zalimi oleh hukum di Indonesia. Dukungan facebooker dapat menjadi sebuah kekuatan yang akhirnya membebaskan dua pimpinan KPK tersebut dari ketidak adilan .Lalu, kasus koin untuk Prita dan masih banyak lagi yang lainnya.

Menurut saya, kasus yang menimpa Nova, bukanlah sebuah dampak negatif dari facebook. Itu merupakan kelalaian orang tua yang mungkin saja, kurang dalam melakukan pengawasan terhadap anaknya. Lalu, perlukah pemerintah Indonesia mengharamkan penggunaan facebook? Saya sangat tidak setuju. Menurut saya, bukan karena facebook lah semua dampak - dampak negatif itu terjadi. Tetapi, semua itu kembali kepada diri kita masing - masing, bagaimana caranya kita menyikapi kondisi yang berkembang saat ini. Pakah kita menelan mentah - mentah semua informasi yang kita dapatkan, ataukah kita menyaringnya terlebih dahulu
Apalagi jikalau melihat dari data yang berkembang, Indonesia adalah negara pengguna facebook tertinggi di ASEAN. Sekali lagi, marilah kita berpikiran luas, bahwa segala sesuatu itu, kembali kepada diri kita masing - masing.


BIG RESPECT!!!!

Thursday, February 11, 2010

Logika atau Perasaan??

Ada salah seorang teman yang menanyakan, apa dia harus menggunakan logikanya ataukah mengikuti perasaannya. Saya tidak tau pasti maksud dari pertanyaan itu, tapi kalau boleh menebak dan sepertinya memang masalahnya adalah perempuan. Yah, mungkin masalah hati, masalah percintaan, bisa juga masalah - masalah tentang hidup dan kehidupan. Lalu apa jawaban yang saya berikan? " Berhubung saya tidak ingin berdebat panjang, saya hanya mengatakan, kalau kamu terlalu sering mengikuti logikamu, lama - kelamaan kamu ga akan percaya lagi dengan Tuhan. "

Apa maksud dari jawaban yang saya berikan itu? Begini, jawaban saya tadi memang mungkin sangat singkat, namun menurut saya itu padat. hehe..Jawaban saya tadi memang berhubungan dengan keagamaan, karena satu hal yang perlu kita ingat, seburuk apapun kita sebagai manusia, sebandel apapun kita, kita harus mempunyai keyakinan, keimanan yang teguh, sehingga bagaimanapun berlikunya, belok kiri, belok kanan, tidak tentu arah, kita masih merupakan manusia yang beragama. Kita masih percaya Tuhan. Dan Tuhan, ga bisa kita logikakan. Banyak hal yang terkadang memang, terjadi di luar kehendak kita. Dan mungkin, jauh melenceng dari apa yang kita inginkan. Tetapi untuk kita ingat bersama, kita hanya mahluk ciptaan Tuhan, kalau kita memang percaya Tuhan itu ada. Jadi, segala yang terjadi di muka bumi ini, segala sesuatunya sudah menjadi kehendak Tuhan. Kita hanya perlu berusaha, berusaha untuk menjadi manusia yang lebih baik. Walaupun toh akhirnya, Tuhan jualah yang berhak dan yang Maha Tau atas segala sesuatu.

Kita harus belajar untuk memisahkan, kapan kita harus menggunakan logika kita, dan kapan kita harus menggunakan perasaan kita. Tidak semua hal dapat di logikakan. Contohnya Tuhan, roh, dan yang berkaitan dengannya. Bagi yang menyukai ilmu filsafat, atau yang sedang mempelajarinya, saya mohon maaf, tapi jikalau kita berusaha melogikakan agama, melogikakan Tuhan., sepertinya kita tidak akan pernah mampu, dan kalaupun bisa, saya yakin mungkin kita akan meragukan keberadaan Tuhan itu sendiri. Ada hal - hal yang memang kita diciptakan untuk tidak memikirkannya, atau tak mampu memikirkannya dengan akal sehat kita. Itu sudah menjadi kuasa Tuhan. Misalnya, secara logika, orang yang sudah meninggal tidak akan pernah bisa hidup kembali. Tapi coba tanyakan kepada orang yang pernah mengalami mati suri (sudah meninggal, lalu hidup lagi), apa - apa saja yang mereka alami. Kalau Tuhan berkehendak, Kun Fa Ya kun, Jadilah!! Maka niscaya, semua akan terjadi, walaupun secara logika, tidak akan pernah masuk akal. Itulah gunanya keimanan. Hal seperti ini mungkin tidak akan berlaku bagi orang - orang atheis, komunis atau sejenisnya. Yang dimana mereka merasa diri mereka jenius, pintar, sehingga tidak mengakui akan keberadaan Tuhan.

Tetapi menggunakan logika juga merupakan hal yang sangat penting. Tentunya jika dilihat dari permasalahan yang kita hadapi. Biasanya penggunaan logika dilakukan untuk permasalahan - permasalahan yang bersifat duniawi dan pasti. Misalnya, kenapa orang itu begini, atau kenapa orang itu bisa begitu, kenapa 1+1 = 2 dan seterusnya. Apabila di kaitkan dengan masalah percintaan, yang seharusnya, penggunaan logika bisa kita lakukan. Tapi apakah dalam percintaan kita pernah menggunakan logika kita? Agnez monica pernah bilang, cinta ini kadang - kadang tak ada logika. Saya tidak setuju, bukan kadang - kadang, tapi cinta sepertinya memang tidak mengenal logika sama sekali! Cinta itu bisa membuat kita menjadi gila, menjadi orang paling bodoh sedunia. Kita dapat melakukan hal - hal yang di luar nalar kita, jauh dari akal sehat, hanya demi memperjuangkan sesuatu yang di sebut cinta. Bahkan kadang kita lupa, cinta kita kepada manusia jauh melebihi cinta kita terhadap Tuhan. Dimana logikanya? Kalau kita percaya terhadap Tuhan, seharusnya kita bisa segera sadar, bahwa memang semestinya lah cinta kita terhadap Tuhan jauh melebihi cinta kita kepada sesama manusia. Itu logikanya!! Tetapi kita sering lupa akan hal itu, dan itu manusiawi, saya juga mengalaminya, mengalami saat - saat dimana saya adalah orang yang paling bodoh sedunia. Pada saat itu, perasaan bisa mengalahkan logika.
Tetapi ada kalanya, perasaan juga mengambil peranan penting dalam hidup kita. Ketika kita memutuskan untuk membantu seseorang, logikanya, kita tidak akan mendapatkan untung apa - apa, bahkan kita mungkin akan mengalami kerugian, kerugian harta, waktu dan sebagainya. Tapi perasaan cinta kita terhadap sesama, mendorong kita untuk membantu. Dan percayalah, mungkin bukan sekarang, bukan saat ini, tapi nanti, nanti akan ada hal - hal yang baik yang akan terjadi pada diri kita, percayalah.

Kesimpulan yang dapat di ambil adalah, kapan kita harus menggunakan logika  atau perasaan kita? Jawabannya yaitu, tergantung situasi yang sedang kita hadapi. Renungkanlah, pikirkanlah, kita pasti tau, kapan kita harus menggunakan perasaan kita sebagai manusia, atau kapan kita menggunakan akal sehat kita.


BIG RESPECT!!!

Wednesday, February 10, 2010

Damai Itu Indah

Belum lama ini, kita telah kehilangan salah seorang tokoh bangsa yang sangat besar. Besar dalam artian pengaruhnya dan kontribusinya bagi bangsa kita tercinta. K.H Abdurrahman Wahid, atau yang biasa kita sapa Gus Dur telah berpulang ke Rahmatullah, meninggalkan kita semua. Begitu banyak kebaikan dan hal - hal yang sangat berarti yang sudah beliau persembahkan bagi negara ini. Gus Dur adalah seorang tokoh fenomenal, dimana terkadang banyak dari kita yang merasa kebingungan atau bahkan mungkin tidak sefaham dengan pola pikir beliau. Namun, bagi saya, Gus Dur adalah orang jujur, polos, berani dan lugas dalam memberikan pendapat. Apa yang ada di dalam pemikiran beliau, mungkin tidak pernah sedikitpun ada di dalam benak kita.

Salah satu peninggalan Gus Dur yang hingga kini menjadi salah satu peninggalan penting bagi bangsa ini adalah, menjunjung tinggi rasa hormat - menghormati dan harga - menghargai antar sesama umat beragama dalam satu kesatuan, yaitu, Republik Indonesia. Kita, sebagai warga negara Republik Indonesia, tentunya sudah mempelajari hal - hal seperti ini. Mulai dari sekolah dasar, hingga duduk di bangku kuliah, kita sudah mengenal mata pelajaran PPKN, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Akan tetapi, dalam praktiknya, kita justru malah sering lupa.

Seperti yang kita ketahui, pada jaman orde baru, agama yang di akui di Indonesia berjumlah 5, namun sejak Gus Dur menjadi Presiden, kebebasan memeluk agama lebih di jamin. Terbukti dengan di jadikannya IMLEK sebagai libur nasional, dimana pada waktu kepemimpinan Presiden Soeharto, hal tersebut menjadi tabu bagi saudara - saudara kita warga negara Indonesia keturunan Tionghoa. Meskipun, terkadang kebebasan itu di salah artikan oleh sebagian orang, dan kemudian menjadi kebablasan.

Indonesia adalah sebuah negara yang plural, nergara yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa dan agama. Sebelum kita bahas lebih jauh, sebelumnya mari kita coba mengetahui arti kata dari plural itu sendiri.
Apa itu plural? pluralisme? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kira - kira mempunyai arti sebagai berikut :

Plural : jamak, lebih dari satu
Pluralisme : keadaan masyarakat yang majemuk (bersangkutan dng sistem sosial dan politiknya)

Dari pengertian diatas, saya mengambil kesimpulan bahwa pluralisme adalah, sebuah kondisi dimana di dalam suatu negara/wilayah terdapat berbagai macam suku bangsa dan agama yang memiliki watak dan tingkah laku yang berbeda, sesuai dengan kepercayaan dan keyakinannya masing - masing.

Jadi sangat jelas, bahwa negara Indonesia, yaang walaupun masyarakatnya mayoritas umat Muslim, namun juga memiliki keberagaman. Hendaknya lah kita sebagai warga negara Indonesia, menjunjung tinggi nilai - nilai kebersamaan, saling menghargai dan saling menghormati. Karena, secara tidak langsung, terkadang, ke-egoisan diri kita masing - masing membuat kita lupa akan hal tersebut, dan lalu memicu berbagai macam persoalan yang seharusnya tidak perlu terjadi apabila kita menyadari makna dari pluralisme tersebut.

Saya adalah seorang muslim, dan saat ini, saya tinggal satu rumah dengan sahabat saya yang kebetulan beragama Hindu. Dan kami saling menghormati satu sama lain. Tidak pernah terjadi perselisihan yang berarti, apalagi jika berkaitan dengan agama. Hal - hal seperti inilah yang sangat perlu kita terapkan dalam kehidupan kita sehari - hari. Nilai - nilai kebersamaan dan satu kesatuan sebagai warga negara Indonesia. Nilai - nilai seperti inilah yang di wariskan oleh Gus Dur, sehingga beliau sangat banyak mendapatkan penghargaan, baik dari dalam, maupun luar negeri. Sehingga tidak salah, kalau beliau di nobatkan sebagai bapak Pluralisme!

Sebagai seorang muslim, yang merupakan mayoritas di negara ini, saya sangat - sangat menghormati saudara - saudara saya yang berbeda, baik agama, suku dan adat istiadat. Kebetulan saya juga tinggal di Yogyakarta, yang merupakan Indonesia mini. Saya menghormati umat Nasrani yang merayakan Natal, dan mungkin saudara - saudara yang beragama Nasrani juga bisa menghormati keyakinan dalam agama saya, yaitu Islam, yang memang melarang kami mengucapkan selamat Natal, kecuali mungkin bagi pemimpin. Jikalau kita menyadari ini, tentunya tidak akan menjadi sebuah polemik, atau sebuah perdebatan yang akhirnya justru akan menimbulkan permusuhan di antara kita. 

Saya yakin seyakin yakinnya, tidak ada satu agamapun di dunia ini yang mengajarkan kita untuk saling bermusuhan, termasuk Islam. Percayalah, Islam itu adalah agama yang lembut, tidak pernah mengajarkan kekerasan. Untuk itu, seandainya ada seseorang, atau sekelompok orang yang berbuat keonaran, terror dan sebagainya, dan mengatasnamakan Islam, sesungguhnya mereka bukanlah bagian dari kami. Kita semua pasti menginginkan kedamaian, menginginkan ketentraman, menginginkan ketenangan, menginginkan bangsa ini terbebas dari konflik - konflik sara. Maka dari itu, marilah, mulai saat ini, kita bersama - sama bergandengan tangan, tidak saling menghujat, tidak saling menghina dan menjatuhkan. Bersama - sama kita bangun negara kita yang semakin lama semakin bobrok ini. Mari kita ciptakan suasana kondusif, suasana nyaman, damai dan harmoni. Karena sesungguhnya kawan, saudara - saudaraku tercinta, Damai Itu Memang Indah........


BIG RESPECT!!!!!!

Thursday, January 28, 2010

Kegagalan Itu Indah



Setiap kita pasti memiliki mimpi, dan setiap kita tentunya sangat menginginkan mimpi - mimpi itu menjadi kenyataan dalam hidup kita. Untuk meraih mimpi tersebut, tentunya kita tidak bisa dengan hanya berdiam diri, menunggu datangnya keajaiban. Dalam proses kita mencari jati diri, mengejar mimpi - mimpi kita, tentunya tidak sedikit halangan dan cobaan yang datang menerpa kita. Gagal, siapa sih orang yang mau gagal? Anybody?? Gw yakin, ga ada satupun orang yang punya mimpi untuk menjadi orang yang gagal.


Tapi, kalau aja kita semua mau merenung, berpikir sejenak, daripada kita harus menghabiskan seluruh hidup kita untuk melakukan sesuatu yang sebenarnya kita tidak ingin melakukan itu, lebih baik kita terus mencoba untuk meraih mimpi - mimpi besar kita. Sesungguhnya, orang - orang yang takut mengalami kegagalan dalam hidupnya adalah orang - orang yang tidak berani bermimpi. Orang - orang seperti ini adalah orang - orang yang penakut. Orang - orang yang gak pernah berani mengambil resiko dalam hidupnya. Kalau bahasa gampangnya sih, orang - orang seperti ini adalah orang - orang yang maen aman.


Gw adalah salah seorang yang punya mimpi. Bahkan bagi sebagian orang, mimpi yang gw punya itu sangat sulit untuk terwujud. Tapi gw adalah orang yang beda, orang yang suka keluar jalur, mungkin gw memang bodoh, tapi gw ngerasa, hidup gw ini bukan cuma buat gw sendiri. Bagi gw, hidup itu bukan cuma punya pekerjaan tetap, penghasilan lumayan, rumah, istri cantik dan anak - anak yang lucu. Buat gw, hidup itu adalah untuk menjadi berguna buat orang banyak. Menjadi orang besar yang kalau gw mati, jutaan orang bakalan ngenang gw. Banyak orang bilang kalau jalan yang gw ambil itu salah, gw udah ngorbanin semua yang gw punya, semua kesempatan yang ada, karena menurut gw, semua itu ga bakalan bikin gw jadi orang besar yang di kenal dan berguna buat orang banyak.


Dan memang, kegagalan demi kegagalan datang terus menghampiri. Gw sempat jatuh, gw nangis, gw diam, gw ga berbuat apa - apa. Gw sempat ga percaya lagi dengan semua yang ada dalam hidup gw. Itu karena kegagalan yang terus - menerus menghampiri gw. Tapi gw salah, dan gw ingetin buat kalian semua, itu salah. Kita bakalan jadi seorang pecundang yang ga akan pernah berhasil, kalau seandainya kita takut gagal.
Menurut gw, kegagalan itu adalah sesuatu yang indah. Karena apa? Karena dengan kegagalan kita akan terus bangkit dan memperbaiki diri, karena dengan kegagalanlah kita bisa belajar lebih banyak. Karena dengan kegagalan lah kita menjadi orang yang lebih kuat dan lebih baik. Karena dengan berjuta - juta kegagalan lah, pada akhirnya nanti, kita akan menggapai mimpi kita. Mimpi besar kita.

Janganlah pernah takut untuk gagal. Teruslah mencoba dan mencoba. Yakinlah, ada sesuatu yang indah yang sedang menunggu kita, memberikan kita tumpangan menuju mimpi - mimpi kita. Dan terbanglah, terbanglah seperti Elang, terbang yang tinggi, berteriaklah, wahai mimpi - mimpiku, tunggu aku, aku kan datang merengkuhmu!! Percayalah, dan berdoalah, karena Tuhan itu Maha Adil..

Monday, January 25, 2010

Bagaimana Cara Melupakan Seseorang


Cinta, oh cinta. Belum pernah ada yang mampu mendefinisikan kata ini dengan sebenar-benarnya. Itu menurut gw si, hehe. Cinta memang misterius, ga akan pernah bisa di tebak, ga bisa di raba - raba, ga bisa di kira - kira. Kita ga akan pernah bisa merencanakan, kapan kita jatuh cinta, dengan siapa kita jatuh cinta, dan bagaimana cara mengatasinya. Jatuh cinta itu, terkadang sangat indah, terkadang juga sangat menyakitkan, tergantung keadaan, dan tergantung bagaimana kita Menyikapinya. Cinta itu memang membutakan, kita akan melakukan apa aja demi orang yang bener - bener kita cinta. Dan ketika orang yang kita cintai ternyata tidak mempunyai perasaaan yang sama dengan kita, kita pasti akan merasakan luka yang sangat mendalam. Saat itu, kebanyakan dari kita berharap kita ga pernah di lahirkan di dunia ini. Begitu besarnya kekuatan cinta itu sendiri membuat kita sangat sulit untuk melupakan orang yang bener - bener kita cintai. Hmm, melupakan itu sulit, jauh lebih sulit dari memaafkan. Tetapi, kita harus sadar, kehidupan itu harus terus berjalan, dan kita ga boleh jatuh hanya karena seseorang yang kita cintai, pergi meninggalkan luka buat kita. Menurut pengalaman gw sendiri ( karena gw pernah mengalami masa - masa yang sulit dalam hal melupakan seseorang ) kira - kira ada beberapa hal yang harus kita lakukan untuk melupakan seseorang atau bahkan untuk tidak melupakannya sama sekali :
  • Jangan menyimpan luka
    Untuk hal yang satu ini, kita harus benar - benar memutuskan, apakah kita benar - benar ingin melupakan seseorang, ataukah kita ingin menjadikannya kenangan seumur hidup kita. Kalau kita memang benar - benar mau melupakan seseorang, jangan sekali - sekali menyimpan segala sesuatu yang akan mengingatkan kita pada orang itu. Photo, video, bahkan barang - barang yang mungkin pernah dia berikan untuk kita, sebaiknya segera disingkirkan. Karena jika kita terus menyimpannya, itu artinya kita menyimpan luka, membiarkan diri kita terus berada dalam bayang - bayang orang itu.
  • Carilah Kesibukan
    Kita biasanya selalu teringat dengan seseorang yang telah menyakiti kita, ketika kita sedang berada dalam kekosongan. Biasanya ketika kita tidak sedang melakukan apapun. Maka dari itu, carilah kegiatan yang akan membantu kita untuk tidak mengingat orang yang telah menyakiti kita. Kalau bisa, cari kegiatan berkala, buat diri kita sesibuk mungkin, sehingga untuk makan saja kadang kita lupa, apalagi buat mengingat seseorang yang telah menyakiti kita.
  • Hindari Menyendiri
    Ga bisa di pungkiri, pada saat mempunyai masalah, kita terkadang lebih suka menyendiri, ga suka di ganggu. Ubah kebiasaan itu, karena itu ga akan membantu kita untuk melupakan seseorang. Carilah teman sebanyak - banyaknya, pergilah bersenang - senang, carilah teman yang benar - benar bisa mengerti kita.
  • Cari Tempat Baru
    Hindarilah pergi ke tempat - tempat yang mengingatkan kita pada dirinya, hindarilah segala sesuatu yang berkaitan dengan dirinya. Pergilah sejauh - jauhnya dari kehidupan yang dia sukai. Janganlah kita mengikuti kegiatan yang diapun menyukai kegiatan tersebut. Cari tempat baru, carilah kegiatan baru dimana kita ga akan pernah mengingatnya lagi. Jangan mendengarkan lagu yang dia suka, jangan menonton film yang dia suka. Hindarilah bertemu langsung dengan dirinya, karena itu akan menyakitkan.
  • Belajar Memaafkan
    Belajarlah untuk memaafkan, bagaimanapun sakitnya hati kita, maafkanlah dia, karena dengan memaafkan, niscaya kita akan lebih mudah untuk melupakannya.
  • Bukalah Hatimu
    Ini dia, Mungkin adalah hal tersulit yang harus kita lakukan. Cinta itu memang membutakan. Membuat kita takut, takut terjatuh lagi, takut salah. Percayalah, cinta itu ga pernah salah. Memang, apabila kita merasakan cinta yang begitu besar terhadap seseorang, biasanya kita merasa bahwa kita tidak akan pernah mendapatkan perasaan seperti itu, atau bahkan kita tidak pernah mau untuk merasakan perasaan seperti itu. Kita salah, dan kita akan terus terjebak dalam keadaan putus asa yang berlebihan. Sebenarnya, cara inilah yang akhirnya berhasil buat gw. Bukalah hati kita untuk orang lain selain dia, jangan hanya terpaku pada keadaan seakan - akan hanya dialah manusia di dunia ini yang patut kita cintai. Salah besar, karena mungkin di luar sana, ada seseorang yang memang di ciptakan Tuhan untuk kita cintai dan untuk mencintai kita. Jangan pernah takut.
  • Cintailah Tuhan Diatas Segalanya
    Ini yang paling sering kita lupakan dalam hidup kita. Tuhan! Yakinlah, dan percayalah, bahwa Tuhan Maha Mengetahui, jauh lebih tahu segalanya di banding kita. Tuhan pasti tahu yang terbaik buat kita, walaupun terkadang berbeda dengan yang kita inginkan. Jangan pernah cinta kita terhadap manusia jauh melebihi cinta kita kepada Tuhan, Yakin bahwa Tuhan sedang memberikan kita cobaan, sedang mengingatkan kita bahwa Dialah yang mempunyai Kuasa atas segala sesuatu.
Selamat mencoba.....

Note:
Ini pengalaman pribadi gw, untuk pertama kali memang berat, tapi perlahan - lahan gw bisa, dan gw harap ini bisa berguna buat kita semua. Sebelumnya, kita harus benar - benar memutuskan, apakah kita memang ingin melupakan, atau ingin menjadikannya sebagai sebuah kenangan, That's your choice.Jangan pernah takut jatuh cinta.. Semangat!!! :)